Selasa, 29th November 2022

flagylmedication

Update Informaasi Berita Olahraga

Standard

Dejan Kulusevski Senang Bisa Tinggalkan Juventus

Terkadang ada baiknya untuk memutuskan pergi dan mencari peruntungan baru, seperti yang dilakukan Dejan Kulusevski. Pemain berusia 22 tahun ini senang bisa meninggalkan Juventus dan bermain di Tottenham sebagai pemain pinjaman.

Kulusevski tiba di Tottenham pada pertengahan musim 2021/2022 dan akan kembali ke Juventus setelah musim 2022/2023 berakhir. Padahal setengah musim sebelumnya, pemain timnas Swedia ini bisa dibilang jadi salah satu pemain inti Bianconeri.

Namun, ia akhirnya tetap memutuskan pergi. Tottenham yang saat itu diasuh Antonio Conte lumayan membuatnya tertarik. Pilihannya terbukti tidak salah dan justru tampil lebih baik di Inggris.

Buktinya, jika Kulusevski perlu 74 pertandingan di Juventus untuk mencetak sembilan gol dan sepuluh assist, ia melakukannya lebih cepat di Tottenham. Saat ini ia sudah mencetak enam gol dan 11 assist dari hanya 29 pertandingan.

Senang Bisa Pergi

Dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport, Kulusevski senang bisa pergi dari Juventus. Menit bermain yang terjamin di sana justru membuatnya berpikir ada yang salah ketika ia bermain di sana.

“Pengalaman saya di Juventus? Kadang-kadang di sepak bola memang ada yang salah. Padahal saya tidak mengubah apapun di diri saya, selama di Juventus dan di sini,” katanya.

“Di Inggris, saya bisa jadi hebat dan rasanya semuanya lebih baik daripada di Italia, baik di dalam dan luar lapangan. Di Juve, bagaimanapun ada hal yang salah dari apa yang saya coba lakukan.”

Selalu Melihat ke Depan

Kulusevksi sadar akan kesulitan yang dihadapinya selama berseragam Juventus. Oleh sebab itu, ia mencoba melihat ke depan dan melihat ada peluang untuk melakukan hal yang baru.

“Saya adalah orang yang lebih suka melihat ke depan, daripada ke masa lalu. Saya tidak memiliki masa yang cukup bagus di Juventus. Kalau kalian sadar ada yang tidak baik, maka sulit untuk membalikkan keadaan,” ucapnya.

“Akhirnya saya pilih untuk pergi dari Juventus. Ternyata pilihan untuk meninggalkan italia adalah yang terbaik yang bisa saya lakukan dalam situasi tersebut.”

Enggan Membandingkan

Kulusevski, pernah merasakan bermain di bawah komando Massimiliano Allegri dan Antonio Conte. Saat disinggung perbedaannya, ia enggan membandingkan kedua pelatih. Namun, ia melihat sosok Conte sebagai individu yang menarik.

“Saya tidak ingin mengatakan bahwa yang satu lebih baik dari yang lain, karena saya sangat menghormati Allegri dan Conte,” ujar dia.

“Dan satu hal yang harus dikatakan tentang Conte: Saya tidak pernah bertemu dalam hidup saya, bahkan di luar sepak bola, orang yang termotivasi seperti Antonio Conte.”

Sumber: Gazzetta dello Sport

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *