Kamis, 8th Desember 2022

flagylmedication

Update Informaasi Berita Olahraga

Standard

Nemanja Matic Jelaskan Alasan Tinggalkan Manchester United

Nemanja Matic meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan AS Roma pada musim panas ini. Dia pun menjelaskan alasan dibalik kepindahannya tersebut.

Matic bergabung dengan Manchester United pada tahun 2017. Gelandang asal Serbia tersebut mencatatkan 189 penampilan di semua kompetisi bersama Setan Merah.

Setelah bermain lima tahun bersama MU, Matic memutuskan untuk mencari klub baru. Dia meninggalkan MU meski kontraknya tinggal menyisakan satu tahun lagi.

Setelah berpisah dengan MU, Matic melanjutkan kariernya di Italia. Dia dikontrak Roma selama satu musim hingga 30 Juni 2023 mendatang.

Alasan Pindah

Matic sekarang terbuka tentang keputusan untuk meninggalkan Old Trafford. Dia mengungkapkan bahwa keputusannya pindah karena ingin mendapat kesempatan bermain yang lebih baik.

“Sejujurnya, saya membutuhkan tantangan baru karena saya tidak pernah mulai bermain sepak bola untuk uang, itu karena saya menikmati berada di lapangan,” kata Matic kepada The Times.

“Saya ingin bermain lebih banyak, jadi begitu saya mendapat telepon dari Jose, saya yakin saya membuat keputusan yang tepat.”

Tentang Serie A

Banyak yang mengatakan tempo Serie A lebih rendah dibandingkan dengan Premier League. Matic mengatakan kalau hal itu tidak sepenuhnya benar.

“Saya mengharapkan pekerjaan yang lebih mudah tetapi saya masih harus banyak berlari,” lanjutnya.

“Saya memainkan hampir setiap pertandingan di sini dan saya merasa kuat, saya merasa percaya diri. Ini kota yang indah, saya senang di klub, anak-anak telah menetap. Saya harus jujur, itu sempurna.”

Reuni dengan Mourinho

Matic sudah bekerja dengan Jose Mourinho di Chelsea dan kemudian mengikutinya ke Manchester United sebelum sekarang bereuni kembali di Roma.

“Semua orang setuju bahwa dia adalah salah satu manajer terbaik dalam sejarah sepak bola. Hubungan pribadi saya dengannya sangat baik, tetapi jika Anda bertanya mengapa, saya tidak tahu,” imbuhnya.

“Saya tidak pernah meminta sesuatu yang istimewa darinya dan dia bisa menjadi orang yang sangat sulit untuk diajak bekerja sama jika Anda tidak mendapatkan hasil yang baik karena dia selalu ingin menang.

“Dia memberi banyak tekanan pada dirinya sendiri, para pemain dan staf. Jika Anda tidak menang, Anda dalam masalah besar.”

Sumber: Football Italia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *