Jumat, 2nd Desember 2022

flagylmedication

Update Informaasi Berita Olahraga

Standard

Sebelum Darwin Nunez, Begini Nasib 15 Pemain Amerika Selatan di Liverpool

Dalam sejarahnya di Premier League, Liverpool kerap memakai jasa pemain asal Amerika Latin.

Musim 2022-23 ini, tradisi itu berlanjut. Liverpool kembali mendatangkan pemain asal Amerika Latin yakni Darwin Nunez. Ia berasal dari Uruguay.

Ia diangkut dari Benfica. Nunez pun langsung masuk sejarah karena namanya jadi pembelian termahal Liverpool sepanjang masa.

Sebelum Nunez, ada nama-nama beken asal Amerik Latin yang pernah berkarier di Anfield. Sebut saja Luis Suarez, Alisson Becker, Fabinho, Maxi Lopez, Philippe Coutinho, Javier Mascherano, Lucas Leiva, hingga Sebastian Coates dan Doni.

Total ada 15 pemain Amerika latih yang pernah bermain bersama Liverpool di Premier League. Bagaimana nasib mereka? Simak ulasannya di bawah ini Bolaneters.

Doni

Doni bermain di pos kiper. Ia direkrut pada tahun 2011 silam oleh Liverpool. Pria asal Brasil ini diangkut dari AS Roma.

Doni sendiri lebih banyak menghuni bangku cadangan. Sebab ia memang diproyeksikan sebagai pelapis bagi Pepe Reina.

Ia cuma bermain sebanyak empat kali saja bersama Liverpool di pentas Premier League. Doni kemudian cabut dari Anfield pada tahun 2013.

Gabriel Paletta

Gabriel Paletta berasal dari Argetina. Ia bermain sebagai bek tengah. Liverpool memboyongnya dari Banfield pada tahun 2006 silam.

Liverpool mengontraknya selama empat musim. Di musim perdananya ia mendapat kans bermain sebanyak tiga kali saja di pentas Premier League.

Total ia mendapat kans bermain sebanyak delapan kali di semua ajang kompetisi. Di akhir musim Paletta kemudian dijual ke Boca Juniors.

Mauricio Pellegrino

Mauricio Pellegrino merupakan pemain asal Amerika Selatan pertama yang gabung Liverpool. Pria yang bermain sebagai bek tengah itu direkrut pada awal tahun 2005 silam.

Ia diangkut dari klub La Liga, Valencia. Liverpool merekrutnya selama enam bulan saja.

Ia bermain selama 13 kali di semua ajang kompetisi, tapi tak termasuk di Liga

Sebastian Coates

Sebastian Coates adalah bek tengah asal Uruguay. Ia direkrut oleh Liverpool dari Nacional pada tahun 2011 silam. Ia digadang-gadang bakal bisa menjadi bek masa depan The Reds.

Coates juga sempat membuat afans The Reds dengan tendangan akrobatiknya saat melawan QPR. Sayangnya ia kesulitan bersaing dengan bek senior seperti Daniel Agger dan Martin Skrtel.

Ia cuma bermain 24 kali saja di semua ajang kompetisi dalam dua musim. Seba sempat dipinjamkan ke Nacional dan Sunderland, sebelum akhirya dilepas secara permanen ke Black Cats secara permanen pada tahun 2015.

Mark Gonzalez

Mark Gonzalez dibeli oleh Liverpool dari Albacete pada tahun 2005 silam. Saat itu The Reds sedang mencari winger yang bisa diandalkan di sisi kiri.

Sayangnya ia tak bisa langsung main karena tak mendapat izin kerja dari pemerintah Inggris. Liverpool akhirnya meminjamkannya lebih dahulu ke Real Sociedad.

Setelah semusim main di Spanyol, Mark Gonzalez akhirnya bisa bermain di Inggris. Sayangnya setelah penantian yang lama, performa winger asal Chile ini tak sesuai ekspektasi.

Ia cuma bisa bermain 25 kali saja di Premier League, dan itu juga karena terhalang cedera plus sempat membantu Liverpool meraih gelar Community Shield. Namun pada akhirnya Liverpool langsung menjualnya di akhir musim ke Real Betis.

Emiliano Insua

Emiliano Insua diangkut Liverpool dari Boca Juniors pada tahun 2007 silam. Insua sendiri bertukar tempat dengan Gabriel Paletta dalam transfer ini.

Ia jadi cadangan bagi Fabio Aurelio dan Andrea Dossena. Namun setelah keduanya cedera, Insua mampu meraih kepercayaan lebih dari Rafael Benitez, khususnya pada musim 2009-10.

Bek Argentina ini sempat main 44 kali di semua ajang kompetisi pada musim itu. 31 di antaranya di EPL.

Tapi pada musim 2010-11, ia sempat dipinjamkan ke Galatasaray. Pada musim berikutnya ia dilepas oleh Roy Hodgson ke Sporting Lisbon. Hodgson sendiri mengganti Insua dengan nama ‘legendaris’, Paul Konchesky.

Fabio Aurelio

Fabio Aurelio diangkut Liverpool pada tahun 2006. Bek asal Prancis ini direkrut dari Valencia secara gratis.

Aurelio bukan nama yang asing bagi Rafael Benitez. Sebab ia pernah diasuh manajer asal Spanyol tersebut di Valencia.

Ia pun jadi pilihan utama Liverpool di pos bek kiri. Nama Aurelio makin terkenal setelah ikut mencetak gol ke gawang Manchester United di Old Trafford pada 2009 silam, yang membuat The Reds memang telak 1-4.

Sayangnya kariernya di Liverpool kerap diganggu oleh cedera. Kontraknya kemudian tak diperpanjang dan ia cabut dari Anfield pada tahun 2012.

Javier Mascherano

Javier Mascherano awalnya dipinjam oleh Liverpool dari West Ham pada tahun 2007. Performanya yang menawan membuat The Reds memutuskan untuk mempermanenkan jasanya pada tahun 2008.

Pemain asal Argentina ini pun langsung jadi salah satu pemain kesayangan fans Liverpool. Apalagi setelah ia membentuk trio yang maut bersama Xabi Alonso dan Steven Gerrard.

Ia hampir membantu Liverpool meraih gelar Premier League pada musim 2008-09. Namun kemudian The Reds memutuskan melegonya pada tahun 2010 ke Barcelona dengan bandrol 24 juta euro saja setelah ia tampil sebanyak 139 kali di semua ajang kompetisi.

Mascherano sendiri kemudian sempat menyesali caranya berpisah dengan Liverpool. Saat itu ia memang sempat mogok main agar bersedia dilepas ke Barcelona.

Maxi Rodriquez

Maxi Rodriquez direkrut oleh Liverpool dari Atletico Madrid pada bulan Januari tahun 2010 silam. The Reds memboyongnya secara gratis dan memberikannya kontrak tiga setengah tahun.

Maxi pun langsung memikat hati fans Liverpool. Ia termasuk gelandang yang kreatif, serba bisa, dan punya insting gol yang apik. Wajar jika ia jadi langganan utama lini tengah The Reds, khususnya pada musim 2010-11.

Sayangnya ia kemudian tak mendapat banyak kans bermain di era Kenny Dalglish. Ia mencatatkan 73 penampilan di semua ajang kompetisi sebelum akhirnya dilepas ke Newell’s Old Boys pada musim panas 2012.

Philippe Coutinho

Gagal bersinar di Inter Milan. Liverpool kemudian memboyong Philippe Coutinho ke Anfield pada tahun 2013 dengan harga cuma sekitar 8.5 juta pounds.

Coutinho kemudian berkembang jadi gelandang kelas dunia dan jadi pemain kesayangan pada Liverpudlian. Ia jadi sumber kreativitas serangan Liverpool.

Ia tampil total sebanyak 201 kali bagi Liverpool di semua ajang kompetisi, 152 di antaranya di Premier League. The Reds kemudian melegonya pada awal tahun 2018 karena ia memaksa ingin hengkang ke Barcelona.

Coutinho saat itu dilepas dengan harga 142 juta pounds. Uang penjualan pemain Brasil ini kemudian dipakai untuk mendatangkan Virgil van Dijk dan Alisson Becker.

Lucas Leiva

Lucas Leiva bisa dibilang pemain legendaris di Liverpool. Ia juga merupakan salah satu pemain kesayangan publik Anfield karena ia begitu loyal pada klub Merseyside tersebut, meski pada awalnya sempat kesulitan beradaptasi di lingkungan barunya.

Lucas dibeli Liverpool pada tahun 2007 dari Gremio. Pemain asal Brasil ini pun jadi salah satu andalan lini tengah The Reds. Sayangnya penampilannya menurun setelah ia sempat mengalami cedera lutut parah pada tahun 2011.

Lucas tampil sebanyak 346 kali di semua ajang kompetisi bagi Liverpool. 247 di antaranya di pentas Premier League. Pada tahun 2017, ia akhirnya dilepas ke Lazio.

Fabinho

Fabinho direkrut oleh Liverpool pada tahun 2018 lalu dari AS Monaco. The Reds membelinya dengan bandrol sekitar 39 juta pounds.

Ia sempat sedikit kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya. Namun setelah masa adaptasinya selesai, ia jadi sosok tak tergantikan di pos gelandang bertahan Liverpool.

Fabinho pun membantu Liverpool meraih empat gelar juara sejauh ini. Termasuk gelar perdana Premier League dan Liga Champions.

Alisson Becker

Liverpool sempat memiliki masalah di pos kiper sepeninggal Pepe Reina. Masalah itu akhirnya baru teratasi setelah Alisson Becker direkrut dari AS Roma pada tahun 2018.

Alisson saat itu dibeli dengan bandrol 67 juta pounds. Bandrol sebesar itu akhirnya bisa dimaklumi setelah kiper asal Brasil itu menunjukkan performa yang luar biasa di pertahanan Liverpool.

Alisson begitu tangguh di bawah mistar gawang, termasuk dalam situasi satu lawan satu dan ia bisa memberikan assist plus gol juga. Ia juga ikut berperan membantu Liverpool meraih lima gelar juara, termasuk trofi UCL, EPL, dan Piala Dunia Antarklub.

Roberto Firmino

Namanya tak dikenal saat dibeli Liverpool dari Hoffenheim pada tahun 2015 silam. Perekrutannya juga agak menimbulkan tanda tanya karena ia dibandrol 29 juta pounds.

Namun Roberto Firmino kemudian membuktikan bahwa harga itu bisa dibilang murah. Pemain asal Brasil ini tak cuma tampil menghibur di atas lapangan. Namun ia juga menjadi bagian penting dalam skema serangan Liverpool yang digunakan Jurgen Klopp.

Ketajaman Mohamed Salah dan Sadio Mane tak lepas dari permainannya yang tak egois. Tak heran jika fans Liverpool punya chant khusus baginya. Si Senor!

Luis Suarez

Luis Suarez memang cuma bermain tiga setengah tahun di Liverpool usai direkrut dari Ajax pada Januari 2011. Namun dalam kurun waktu yang tergolong singkat itu, pemain asal uruguay ini memberikan pertunjukan kelas dunia tiap musimnya.

Suarez sangat licin bak belut dan sulit diadang lawan-lawannya. Ia punya gocekan maut dan insting golnya luar biasa. Ia bisa mencetak gol dari berbagai situasi, dengan kaki kiri, kanan atau dengan kepala. Dari dalam kotak penalti atau dari luar kotak penalti.

Musim terbaiknya tentu saja pada musim 2013-14, saat ia hampir membawa Liverpool juara. Saat itu ia mengemas 31 gol dalam semusim, menyamai rekor gol dalam semusim di pentas EPL yang sebelumnya dicatatkan Cristiano Ronaldo dan Alan Shearer.

Sayangnya kepindahannya ke Barcelona pada tahun 2014 diwarnai drama. Namun pemain yang mengemas 69 gol dari 110 laga di EPL ini tetap jadi salah satu pemain yang sangat dikagumi suporter Liverpool.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *