Senin, 5th Desember 2022

flagylmedication

Update Informaasi Berita Olahraga

Standard

Terbaik dan Terburuk Barcelona 3-3 Inter Milan: Gerard Pique ‘Deadwood’, Untung Ada Ter Stegen!

Laga Barcelona vs Inter Milan berjalan sangat seru. Laga matchday keempat Grup C Liga Champions 2022/2023 di Camp Nou, Kamis (13/10/2022) dini hari WIB, berakhir dengan skor akhir 3-3.

Dua dari tiga gol Barcelona dicetak Robert Lewandowski (83’, 90+2’). Satu gol lainnya datang dari aksi Ousmane Dembele (41′). Sedangkan, gol Inter dicetak Nicolo Barella (49’), Lautaro Martinez (63’), dan Robin Gosens (88’).

Inter kini mengoleksi tujuh poin dan berada di peringkat ke-2, sedangkan Barcelona empat poin dan berada di peringkat ke-3. Walaupun selamat dari kekalahan, peluang Barcelona untuk lolos masih sangat tipis.

Barcelona beruntung tidak kalah dari Inter. Ada penyelamatan penting yang dilakukan Marc-Andre ter Stegen pada menit-menit akhir laga. Lantas, bagaimana performa individu pemain pada duel Barcelona vs Inter? Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya flagylovers.

Terbaik – Nicolo Barella

Barella melakukan tugas dengan baik di lini depan. Barella tidak sekadar lari-larian di lapangan, akan tetapi melakukan pressing, menutup ruang serang Barcelona, dan memberi opsi bagi Inter ketika membangun serangan.

Momen terbaik Barella tentu saja terjadi ketika mencetak gol pada menit ke-50. Barella tiba-tiba berada di kotak penalti, mengontrol bola dengan baik, dan melepas finishing berkelas. Gol yang sangat penting untuk Inter.

Terburuk – Sergio Busquets

Busquets menjadi titik lemah di lini tengah Barcelona. Dia tidak berada pada level terbaiknya. Maka, tidak heran jika Xavi menarik keluar sang kapten pada menit ke-64 dan diganti De Jong.

Busquets juga buruk dalam tugas-tugas khusus. Salah pada situasi bola mati menit ke-17. Busquets menjaga Edin Dzeko dengan cara yang buruk. Dzeko pun punya peluang yang mengenai mistar gawang.

Terbaik – Marc-Andre ter Stegen

Barcelona harusnya kalah dengan skor 4-3. Namun, ada Ter Stegen yang membuat penyelamatan gemilang pada menit 90+4. Ter Stegen memblok sepakan keras Kristjan Asllani dari jarak sangat dekat.

Selain penyelamatan krusial itu, Ter Stegen juga membuat beberapa aksi penting. Salah satunya menahan sepakan Dumfries pada menit ke-28. Jika bukan Ter Stegen kipernya, mungkin Barcelona kebobolan lebih banyak.

Terburuk – Stefan de Vrij

De Vrij tidak memberi perlindungan yang cukup baik untuk Onana. Dia berulang kali memberi ruang bagi pemain depan Barcelona untuk mengancam gawang yang dijaga Onana.

Salah satu momen buruk De Vrij adalah ketika gol kedua Barcelona tercipta. Dia melakukan sapuan yang buruk dan bola disambar Lewandowski menjadi gol. De Vrij tidak dalam performa terbaik.

Terbaik – Sergi Roberto

Roberto menunjukkan performa yang solid, baik untuk tugas bertahan maupun menyerang. Pada menit ke-30, Roberto melepas tendangan jarak jauh yang masih bisa diblok Onana.

Lalu, Roberto membuat assist yang bagus untuk gol Dembele. Barcelona unggul 1-0 dari situasi ini.

Dari aspek bertahan, Roberto banyak menutup ruang yang ditinggalkan Pique. Roberto melakukan empat kali intersep, satu tekel sukses, dan satu sapuan.

Terburuk – Federico Dimarco

Dimarco sebenarnya memulai laga dengan baik. Pada menit ke-9, Dimarco membuat sapuan bola di depan gawang pada peluang yang didapat Lewandowski. Akan tetapi, setelah itu Dimarco kesulitan.

Dimarco kesulitan meladeni duel satu lawan satu yang ditawarkan Raphinha. Pada proses gol pertama Barcelona, Dimarco membiarkan Raphinha melepas umpan pada Roberto yang berujung gol Dembele.

Terbaik – Hakan Calhanoglu

Seperti yang terjadi pada pertemuan di Giuseppe Meazza, Calhanoglu bermain cukup bagus. Calhanoglu punya satu peluang, tetapi masih bisa diblok Ter Stegen. Dia gagal mencetak gol.

Namun, Calhanoglu membuat assist yang bagus untuk gol Lautaro. Pemain asal Turki dengan jeli melihat posisi Lautaro dan dengan segera melepas umpan jauh. Satu lagi, Calhanoglu menjadi pemain yang paling sering melepas tekel yakni 5 kali.

Terburuk – Gerard Pique

Gerard Pique dimainkan sejak menit awal. Mungkin, ini bukan opsi terbaik bagi Xavi. Namun, dia tidak punya pilihan lain karena Christensen dan Kounde cedera. Sialnya, Pique bermain buruk.

Gol Barella menunjukkan bahwa insting Pique sebagai bek tengah top sudah hilang. Pique merentangkan tangan tanda tidak ada bahaya. Padahal, ada Barella yang datang. Sebuah kode yang buruk dan Pique juga sering salah posisi.

Terbaik – Robert Lewandowski

Selain Ter Stegen, Barcelona juga perlu mengucapkan terima kasih pada Lewandowski. Sebab, gol yang dia cetak pada menit 90+2 membuat skor menjadi 3-3 dan asa lolos ke 16 Besar terbuka walau sangat tipis.

Lewandowski sangat kuat dalam duel-duel udara. Selain gol kedua, gol pertama eks penyerang Bayern Munchen juga dimulai dari duel bola atas. Pemain asal Polandia menjadi penyelamat bagi Barcelona.

Terbaik – Lautaro Martinez

Martinez bekerja dengan sangat baik. Pada babak kedua, terutama setelah Dzeko ditarik keluar, Martinez seolah bekerja sendiri di lini depan. Akan tetapi, dia rajin memberi ancaman ke gawang Barcelona.

Martinez mencetak gol dari finihsing yang berkelas usai menang duel satu lawan satu dengan Eric Garcia. Martinez juga membuat assist untuk gol Gosens dan satu umpan penting untuk peluang Asllani.

Terbaik – Simone Inzaghi

Inzaghi memiliki rencana yang cukup matang pada duel di Camp Nou. Inter bermain efektif di lini depan. Namun, mereka kurang beruntung pada peluang terakhir.

Inzaghi memang mendapat kartu merah dan itu buruk. Inzaghi tidak akan berada di samping lapangan pada duel lawan Plzen. Namun, satu poin dari Camp Nou adalah capaian yang sangat penting.

Terburuk – Xavi Hernandez

Xavi seperti tidak belajar dari laga sebelumnya. Inter sangat berbahaya dengan serangan baliknya. Hal itu tidak diantisipasi dengan baik oleh Xavi dan Inter memanfaatkannya.

Xavi tetap memainkan Busquets, walau tidak dalam performa terbaik. Hasilnya, Busquets menjadi titik lemah di lini tengah. Ketika Busquets diganti De Jong, kondisi di lini tengah menjadi jauh lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *