Jumat, 9th Desember 2022

flagylmedication

Update Informaasi Berita Olahraga

Standard

Sebagai Penyerang dari Amerika Selatan, Darwin Nunez Dinilai Terlalu Lembut

Diego Costa dan Luis Suarez sudah cukup jadi contoh betapa penyerang asal Amerika Selatan punya karakteristik yang keras. Sayangnya, Darwin Nunez dianggap terlalu lembut sebagai pemain dari wilayah tersebut.

Costa yang memegang paspor Spanyol merupakan pemain kelahiran Brasil. Pemain yang kini membela Wolverhampton tersebut dikenal jauh lebih menyeramkan daripada bek-bek lawan.

Suarez pun sama. Penyerang asal Uruguay ini punya karakter yang keras. Pemain yang kini membela Club Nacional ini tidak hanya sekali melakukan pelanggaran dengan menggigit pemain lawan.

Sementara Nunez tampak tak punya karakteristik keras. Damien Delaney menilai pemain Liverpool tersebut terlalu lembut.

Bukan Pemain ?Besar?

Delaney berpendapat bahwa Nunez sama sekali tak punya kemampuan fisik yang bisa dibanggakan. Jika dibandingkan dua nama di atas, Nunez sama sekali bukanlah seorang pemain “besar”.

“Saya berpikir dia lembut. Saya tidak berpikir bahwa dia pemain besar dan tangguh, seperti ciri khas pemain nomor 9 dari Amerika Selatan,” kata dia dilansir dari Tribal Football.

“Dia seharusnya berada di kategori yang sama seperti Suarez dan Costa. Tapi

Bermanfaat Lawan Blok Rendah

Pemain dengan karakteristik keras dan tangguh ini dianggap Delaney akan bermanfaat saat menghadapi tim yang bermain dengan blok rendah. Kekuatan fisiknya tidak akan mudah diganggu oleh lawan.

“Saya tahu dia masih muda, jadi saya tidak mau terlalu vokal mengkritiknya. Tapi dia harus menjadi lebih baik dan berkembang. Dia harus belajar caranya melawan tim yang bermain dengan blok rendah,” ucap dia.

Nunez bahkan dengan mudah diprovokasi oleh bek Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris 2022/2023. Nunez akhirnya diberikan kartu merah karena melakukan tindakan yang tidak perlu.

Tidak Harus Rapi

Delaney menambahkan bahwa setiap penyerang harus bermain “rapi”. Mereka, sama halnya dengan pemain bertahan, harus bisa bermain “kotor” dengan menggunakan fisiknya tersebut.

“Semua penyerang tengah tidak harus menjadi pemain yang bermain paling rapi ketika mencetak gol. Walaupun memang harus memiliki kemampuan mencetak gol yang lebih tinggi daripada anggota tim lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *