Jumat, 9th Desember 2022

flagylmedication

Update Informaasi Berita Olahraga

Standard

Berantakan dan Kacau! Paul Scholes Kritik Taktik dan Pergantian Pemain Erik ten Hag

Erik ten Hag membuat beberapa eksperimen ketika Manchester United berjumpa Real Sociedad. Walau mengakhiri laga dengan kemenangan, taktik Erik ten Hag mendapat kritik pedas dari mantan pemain United yakni Paul Scholes.

United menang dengan skor 1-0 pada duel lawan Sociedad di Liga Europa, Jumat (4/11/2022) dini hari WIB. Pada duel di Reale Arena itu, gol kemenangan United dicetak Alejandro Garnacho pada menit ke-17.

United memang menang. Namun, hasil itu gagal membawa mereka menjadi juara Grup E dan lolos ke babak 16 Besar. United, dengan 15 poin, kalah selisih gol dari Sociedad dan harus puas dengan posisi kedua klasemen.

Terlepas dari tiga poin yang diraih, Ten Hag membuat sejumlah keputusan taktik yang tidak bisa. Dia pun mendapat kritik tajam. Yuk simak respon dari Scholes lebih lengkapnya di bawah ini ya flagylovers.

Berantakan!

United harus menang dengan selisih minimal dua dua gol untuk merebut puncak klasemen dari tangan Sociedad. Menurut Scholes, United berada di jalur yang tepat pada babak pertama. Namun, pada babak kedua, segalanya berubah ke arah negatif.

“Saya pikir permainan menjadi agak berantakan pada babak kedua. Saya tidak terlalu yakin dengan apa yang diraih. Saya rasa itu dimulai dengan pergantian Lindelof,” kata Scholes pada BT Sport via Mirror.

Pada menit ke-58, Ten Hag menggantikan Lindelof dengan McTominay. Pada waktu yang sama, Van de Beek juga ditarik keluar dan digantikan Rashford. United mengubah taktik dan bermain dengan formasi tiga bek sejajar.

“United memegang kendali penuh pada babak pertama. Lindelof lalu diganti, Ten Hag memainkan Casemiro pada empat atau tiga bek, entah apa itu hasilnya. Rashford lalu masuk menggantikan Van de Beek sebagai nomor 10,” sambung Scholes.

Kekacauan!

Selain dua pergantian di atas, Ten Hag juga memainkan Harry Maguire pada menit ke-82. Maguire menggantikan Garnacho dan bermain sebagai penyerang tengah. Scholes melihat itu adalah upaya yang putus asa dan membuat permainan United lebih kacau.

“Itu (Nomor 10) bukan posisi Rashford. Dia harus melebar, dia harus mendapat ruang, menerima bola dan mengalahkan pemain lawan,” kata Scholes.

“Dengan Maguire menjadi penyerang, itu hanya menjadi permainan dengan bola panjang. Itu bisa berhasil. Tetapi, pada babak kedua, saya hanya berpikir bahwa setelah memegang kendali pada babak pertama, itu hanya menjadi kekacauan,” tegas Scholes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *