Sabtu, 4th Februari 2023

flagylmedication

Update Informaasi Berita Olahraga

Standard

Spanyol Diklaim Jadi Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2022, Yakin Nih?

Spanyol menjadi salah satu tim dengan penampilan paling meyakinkan di Piala Dunia 2022 sejauh ini. La Furia Roja pun disebut sebagai kandidat terkuat untuk menjadi juara.

Spanyol mengawali langkah mereka di Qatar dengan kemenangan mentereng, 7-0 atas Kosta Rika. Namun, di laga kedua Gavi cs cuma bermain imbang 1-1 versus Jerman.

Empat poin yang telah Spanyol kumpulkan belum membuat mereka aman untuk melangkah ke babak selanjutnya. Mereka harus minimal memperoleh satu poin saat menghadapi Jepang di laga terakhir Grup E.

Meski belum lolos, sejumlah pengamat memprediksi bahwa Spanyol akan melangkah jauh di Qatar. Bahkan pelatih Meksiko, Gerardo Martino menyebut Spanyol adalah kandidat juara Piala Dunia 2022.

Menurutnya ada yang berbeda dengan gaya permainan dari Timnas Spanyol di Piala Dunia 2022? Lalu apa perbedaannya?

Kandidat Kuat

Pelatih Meksiko, Tata Martino tidak menyebut Argentina yang berada satu grup dengan timnya sebagai kandidat juara Piala Dunia 2022. Padahal Lionel Messi dkk telah mengalahkan Meksiko dan Martino juga berasal dari Argentina.

Dalam konferensi pers jelang laga penentuan Meksiko melawan Arab Saudi, Martino justru menyebut Spanyol sebagai kandidat kuat juara. Apa alasan dari mantan pelatih Barcelona dan Argentina ini menjagokan Spanyol?

Berbeda

Martino menyebut Spanyol mengusung gaya sepak bola yang berbeda dari setiap tim peserta Piala Dunia 2022. Permainan Spanyol bukanlah permainan yang mengandalkan keberuntungan tetapi sangat terorganisir.

“Spanyol adalah kandidat untuk saya. Sepertinya, mereka (Spanyol) adalah satu-satunya yang mengusung sepak bola yang sama sekali berbeda dari apa yang terlihat di Piala Dunia. Menang dengan permainan yang estetis jauh lebih sulit daripada menang secara kebetulan,” katanya.

Gaya Sepak Bola yang Baik

Tata Martino kemudian menguraikan gaya bermain sepak bola yang baik baginya dan apakah gaya itu telah Meksiko terapkan? “Ketika seseorang mengatakan ‘kami bermain bagus selama 60 menit’, kami melakukannya karena kami menggambarkan situasi,” ujarnya.

“Kami tidak pernah memiliki niat untuk meninggalkan dan melindungi diri dari beberapa alasan. Saya hanya mendapat sumber daya yang biasa-biasa saja saat melatih selama empat tahun ini,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *