Sabtu, 4th Februari 2023

flagylmedication

Update Informaasi Berita Olahraga

Standard

Bos Prancis Sebut Virus Sebagai Faktor Kuat Kekalahan Prancis dari Argentina

Timnas Prancis kalah dari Argentina di partai puncak Piala Dunia 2022 pada Minggu (18/12/2022). Bos Prancis, Didier Deschamps merasa kekalahan tersebut dipengaruhi oleh virus yang menyerang para pemainnya jelang lawan Argentina.

Sebelumnya Prancis diterpa virus yang membuat beberapa pemain andalannya tak mampu bermain melawan Maroko di semifinal. Virus yang terkonfirmasi sebagai flu unta tersebut membuat para pemain Prancis mengalami masalah dengan perut dan kepala mereka.

Dayot Upamecano dan Adrien Rabiot menjadi pemain yang terjangkit flu hingga harus duduk di bangku cadangan melawan Maroko. Setelahnya, giliran Raphael Varane dan Ibrahima Konate yang mendapatkan gejala serupa jelang laga melawan Argentina.

Deschamps merasa kondisi tersebut yang menjadi faktor kuat Prancis tampil loyo di babak pertama melawan Argentina. “Seluruh skuad telah menghadapi situasi sulit untuk sementara waktu, mungkin itu memiliki dampak fisik dan psikologis,” ujar Deschamps dikutip dari Fotmob.

Prancis Sedikit Kelelahan

Didier Deschamps merasa timnya sedikit kelelahan jelang laga melawan Argentina. Pasalnya beberapa pemain yang terjangkit virus membuat rekan-rekannya harus bekerja ekstra.

Para pemain yang terjangkit virus tersebut bahkan tak bisa hadir di latihan jelang laga melawan Argentina. Kondisi itu tentu saja mengganggu para pemain Prancis yang punya ambisi untuk mengulang kesuksesan empat tahun silam.

“Tapi saya tidak khawatir dengan para pemain yang memulai pertandingan. Mereka 100 persen fit, tapi kami hanya punya empat hari sejak pertandingan terakhir jadi mungkin ada sedikit kelelahan.”

“Itu bukan alasan tapi kami tidak menunjukkan energi yang sama seperti pertandingan sebelumnya (versus Maroko) dan untuk satu jam pertama (lawan Argentina) kami tidak dalam (permainan),” terang Deschamps.

Tidak Dilevel yang Sama

Sebelumnya, Adrien Rabiot juga pernah mengatakan bahwa Prancis mulai kehabisan bensin setelah laga melawan Inggris. Theo Hernandez juga menambahkan bahwa Prancis butuh pemulihan cepat setelah laga melawan Maroko.

Sinyal-sinyal tersebut terangkum jelang partai puncak melawan Argentina setelah diterpa virus. Deschamps merasa itu yang membuat timnya tampil buruk di babak pertama. Prancis bahkan tak mampu menciptakan satupun tembakan selama 45 menit.

“Dalam 70 menit pertama atau lebih, kami memainkan lawan yang sangat agresif dan dinamis dan kami tidak berada di level yang sama karena sejumlah alasan. Kami berhasil bangkit dari kematian dan melakukan comeback yang luar biasa dari situasi yang sangat sulit,” ujar Deschamps.

Prancis baru bisa kembali ke permainan terbaiknya setelah Kylian Mbappe mencetak gol pemecah kebuntuan di menit 80. Mbappe bahkan bisa menyamakan kedudukan satu menit usai mencetak gol dari titik putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *